![]() |
| Foto : Lokasi jatuhnya korban |
LOMBOK TENGAH, IndepthNTB – Seorang remaja berusia 18 tahun berinisial ICBA ditemukan tewas setelah terjatuh di jalur pendakian ilegal Gunung Rinjani, tepatnya di area Gunung Kondo (sekitar tower BWS), Jalur Aik Berik. Korban bersama rombongannya diduga melakukan pendakian secara ilegal melalui jalur tidak resmi Setiling sejak Minggu (7/12) lalu.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, membenarkan insiden tragis ini. Informasi awal diterima pihaknya pada Selasa (9/12) malam sekitar pukul 20.00 Wita dari orang tua korban, Sdr. Arifin.
"Ya benar, ada pendaki ilegal meninggal di Gunung Rinjani," kata Yarman saat dikonfirmasi pada Rabu (10/12).
Korban yang berdomisili di Dusun Lingkok Kudung, Desa Seteling, Kecamatan Batukliang Utara, memulai pendakian ilegal pada Minggu (7/12) pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Mereka tiba di lokasi kejadian, Gunung Kondo, pada Senin (8/12) pagi. Menurut keterangan saksi mata, rekan korban berinisial KU yang menyaksikan langsung, korban terjatuh ke dalam sebuah jurang di area tersebut.
Setelah kejadian, saksi segera turun gunung untuk mencari bantuan dan menghubungi keluarga korban. Upaya evakuasi mandiri oleh keluarga dan warga setempat diluncurkan pada Selasa malam pukul 21.00 Wita, namun terkendala medan berat dan komunikasi yang terputus akibat minimnya sinyal.
Pada Rabu pagi, setelah konfirmasi bahwa korban telah meninggal, Tim Basarnas bergerak untuk mem-back up proses evakuasi pukul 08.45 Wita. Operasi gabungan yang melibatkan Basarnas, BTNGR, Polsek Batukliang Utara, dan masyarakat setempat dimulai secara intensif setelah rapat koordinasi di Kantor Resor Aik Berik pukul 11.00 Wita.
“Tim Basarnas dibagi menjadi dua, termasuk tim drone untuk memantau lokasi,” jelas Yarman.
Proses evakuasi mengalami kendala akibat medan yang sulit. Pukul 13.30 Wita, dilaporkan jenazah korban berhasil ditarik dari lokasi jatuh dan sedang dibawa menuju Pos 4 jalur Aik Berik.
“Perjalanan tim evakuasi mandiri sedikit tersendat karena kekurangan tenaga pikul,” ungkap Yarman.
Untuk mempercepat proses, Tim Unit SAR Lombok Timur berjumlah 10 personel diterjunkan ke lokasi dan tiba di Kantor Resort Aik Berik pukul 14.30 Wita.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan pengawalan ketat dari tim gabungan. Balai TNGR menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini.
“Balai TN Gunung Rinjani menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan di jalur Pendakian Aik Berik,” ucap Yarman.
Pihak BTNGR juga menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi dan mengencangkan pengawasan terhadap aktivitas pendakian ilegal di jalur-jalur tidak resmi.
“Balai TN Gunung Rinjani akan melakukan evaluasi dan pengetatan pengawasan terhadap aktivitas pendakian ilegal di jalur tidak resmi guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan pendakian resmi yang telah ditetapkan untuk melindungi jiwa para pendaki.(INTB)
