![]() |
| Foto : Petugas Kepolisian sat mengevakuasi pohon tumbang karena angin kencang |
MATARAM, IndepthNTB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk periode 20 hingga 26 Januari 2026.
Berdasarkan analisis terkini, hampir seluruh wilayah di NTB berpotensi terdampak fenomena cuaca ekstrem ini. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyertai.
Forecaster on duty BMKG Stasiun Meteorologi ZAM dalam keterangan resminya menyampaikan, sejumlah wilayah di NTB akan dilanda hujan lebat. Selain itu, terdapat pula potensi gelombang tinggi yang signifikan di wilayah perairan NTB.
Berikut rincian peringatan gelombang tinggi untuk tanggal 20 – 22 Januari 2026:
1. Kategori Gelombang Tinggi (1.25 meter – 2.5 meter) berpotensi terjadi di:
· Selat Lombok bagian Utara
· Selat Alas bagian Utara
· Selat Sape bagian Utara
2. Kategori Gelombang Sangat Tinggi (2.5 meter – 4.0 meter) berpotensi terjadi di:
· Selat Lombok bagian Selatan
· Selat Alas bagian Selatan
· Selat Sape bagian Selatan
· Samudera Hindia Selatan NTB
“Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diharapkan waspada dan berhati-hati terhadap risiko gelombang tinggi ini,” demikian ditegaskan dalam keterangan resmi BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (20/1).
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, menghindari aktivitas di daerah rawan banjir, longsor, atau aliran sungai saat hujan lebat, serta memperhatikan peringatan keselamatan bagi pelayaran.(INTB)
