KNTI Lombok Timur Apresiasi Peran Jurnalis: "Pers adalah Ruang Terakhir Suara Nelayan"

Foto : Wakil Ketua KNTI Lombok Timur, H. Mustawali


LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Cabang Lombok Timur mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan pers di Indonesia. Mereka menegaskan peran vital pers sebagai penjaga suara dan kepentingan masyarakat pesisir yang kerap terpinggirkan.

Wakil Ketua KNTI Lombok Timur, H. Mustawali, dalam pernyataannya menyampaikan penghargaan khusus kepada jurnalis yang konsisten menyuarakan isu-isu masyarakat kecil, termasuk nelayan tradisional. Ia menekankan bahwa pers berfungsi sebagai pilar demokrasi dan jembatan yang menghubungkan suara nelayan dengan kebijakan publik.

"Pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi penjaga akal sehat publik. Bagi nelayan, pers adalah ruang terakhir untuk bersuara ketika kebijakan lahir tanpa mendengar suara pesisir," tegas H. Mustawali.

Lebih lanjut, ia menguraikan berbagai kompleksitas persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari akses air bersih, abrasi pantai, dampak krisis iklim, konflik pemanfaatan ruang laut, hingga ketimpangan ekonomi. Dalam konteks tersebut, peran pers yang kritis, independen, dan berani dianggap sangat krusial.

"Peran pers yang kritis, independen, dan berani menjadi sangat penting agar fakta tidak dibungkam oleh kepentingan kekuasaan," ujarnya.

Mustawali juga mengapresiasi keteguhan hati para jurnalis yang kerap menghadapi tantangan seperti tekanan, intimidasi, bahkan kriminalisasi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya untuk mengungkap kebenaran.

Ia menambahkan, HPN harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kebebasan pers. "Tanpa pers yang merdeka, suara nelayan akan tenggelam di bawah gelombang kepentingan elite," lanjutnya.

Di akhir pernyataan, H. Mustawali menyampaikan harapan agar pers tetap konsisten berpihak pada kepentingan publik, mengawal keadilan sosial, serta menjadikan isu pesisir dan nelayan sebagai bagian penting dari agenda pemberitaan nasional.

"Selamat Hari Pers Nasional. Pers kuat, demokrasi hidup, nelayan tidak lagi sendiri," tutupnya, meneguhkan simbiosis antara kebebasan pers dan pemberdayaan masyarakat maritim.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama