![]() |
| Foto : Lokasi jembatan ambruk |
LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Hingga lebih dari satu bulan pasca ambruk, Jembatan penghubung Kecamatan Pringgasela dan Kecamatan Masbagik di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Kondisi ini memicu keluhan dari warga setempat yang aktivitas sehari-harinya lumpuh akibat putusnya akses vital tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ambruknya jembatan terjadi pada 11 Januari 2026 lalu. Namun, hingga Kamis (12/2/2026), belum ada aktivitas konstruksi berarti di lokasi kejadian.
Indari (22), warga setempat, mengungkapkan rasa frustasinya. Ia mengatakan, untuk beraktivitas seperti ke pasar atau mengantar anak sekolah, warga terpaksa memutar sejauh dua kilometer.
“Sudah sebulan lebih tapi tidak kunjung diperbaiki. Kalau mau ke pasar, mengantar anak sekolah harus muter dulu sekitar dua kilometer,” keluh Indari saat ditemui, Kamis (12/2/2026).
Yang lebih menyayat hati, menurut Indari, warga sempat bahu-membahu membuat jembatan bambu darurat. Namun, jembatan darurat itu justru dibongkar setelah alat berat tiba di lokasi dua minggu lalu, karena warga mengira pengerjaan jembatan permanen akan segera dimulai.
“Alat beratnya datang, tapi entah kenapa tidak dilanjutkan lagi pengerjaannya. Sekarang kami bingung,” pungkasnya.
Keluhan serupa disampaikan Vira (27). Ia menambahkan, jalan alternatif yang selama ini dipakai kondisinya tak kalah memprihatinkan. Jalan bebatuan berlubang dan licin saat diguyur hujan, membuat perjalanan semakin berisiko.
“Biasanya muter, tapi di sana juga jalannya rusak parah, bebatuan berlubang,” jelas Vira.
Dampak sosial turut dirasakan oleh para pelaku usaha. Azwar, pemilik salah satu dapur di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke penerima manfaat di seberang jembatan kini terkendala. Apalagi di musim hujan, akses darurat menjadi sangat licin dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Apalagi saat musim hujan saat ini, kadang agak sulit mobil pendistribusian menu MBG dari kami ke penerima manfaat yang ada di seberang jembatan,” ungkap Azwar.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Ahmad Dewanto, mengaku bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi NTB. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara detail ihwal alat berat yang sempat diterjunkan di lokasi.
“Kami masih menunggu dari PUPR Provinsi, karena pengerjaannya dari sana. Untuk alat berat tersebut kami belum ketahui. Besok saya turun cek ke sana,” ujar Dewanto singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan jembatan penghubung dua kecamatan tersebut akan kembali dibangun. Warga hanya bisa berharap, janji pengecekan dari dinas terkait tak lagi berujung pada penantian panjang tanpa kejelasan.(INTB)
