![]() |
| Foto : Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat memberikan bantuan sembako |
Lombok Timur, IndepthNTB – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur meluncurkan program bantuan paket sembako bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem untuk mengurangi beban pengeluaran warga selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi me-launching penyaluran bantuan tersebut pada Rabu (11/3/2026) di Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik.
Dalam acara yang menjadi simbol dimulainya distribusi itu, Bupati menyerahkan tiga paket bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. Selain itu, turut diserahkan rekening tabungan dari Bank NTB Syariah yang diperuntukkan bagi Kader dan Linmas setempat.
Bupati H. Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat membawa kebahagiaan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di bulan suci dan hari raya nanti.
"Ini adalah intervensi Pemda bagi warga miskin dan miskin ekstrem. Saya berharap dengan bantuan ini, semua lapisan masyarakat sama-sama merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa data penerima bantuan ini merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah terverifikasi. Ia memberikan pesan tegas kepada para Kepala Desa untuk tidak mengubah data tersebut secara sepihak.
"Yang menerima bantuan ini adalah berdasarkan DTSEN. Jadi jangan diubah-ubah oleh Pak Kades datanya," tegasnya.
Kendati demikian, Bupati meminta agar Kepala Desa aktif melaporkan jika ada perubahan status ekonomi warganya. Namun, ia mengingatkan bahwa proses perubahan data tidak bisa dilakukan secara sepihak.
"Perubahan ini tidak bisa sepihak, tidak bisa kades saja, tidak bisa bupati saja. Harus melalui prosedur yang berlaku," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta pendampingan dan pengawasan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur. Hal ini mengingat anggaran yang digunakan untuk pengadaan paket bantuan sembako berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD).
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Sitti Aminah, menjelaskan bahwa prioritas penerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada desil 1—2 berdasarkan DTSEN. Namun, masyarakat dari desil di atasnya dapat menerima bantuan dengan syarat seluruh warga desil 1—2 di wilayah tersebut sudah mendapatkan paket.
"Sasaran bantuan ini adalah mereka yang masuk dalam DTSEN yang sudah diverifikasi dan divalidasi secara berjenjang," ucap Sitti Aminah.
Pemda Lombok Timur menyediakan total 198.776 paket sembako yang akan didistribusikan melalui masing-masing desa. Di Kecamatan Masbagik sendiri, terdapat 14.535 penerima manfaat yang tersebar di seluruh desa. Khusus untuk Desa Masbagik Selatan, sebanyak 1.718 warga tercatat sebagai penerima bantuan pada tahap ini.(INTB)
