Lombok Timur, IndepthNTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendorong program desa berdaya agar benar-benar tepat guna. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta Pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan identifikasi kebutuhan secara spesifik di tujuh desa yang masuk dalam kategori desa berdaya. Hal itu disampaikan Warisin saat menerima audiensi dari Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersama Perum Bulog di ruang rapat Bupati, Rabu (6/5/26).
Ketujuh desa tersebut adalah Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.
"Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Setiap desa punya karakter dan masalah yang berbeda," tegas Bupati dalam audiensi bersama Dinas Perindustrian Provinsi NTB dan Bulog.
Tak hanya itu, Bupati Haerul Warisin juga memberikan masukan strategis terkait penyaluran bantuan sembako. Ia mengusulkan agar bantuan disalurkan melalui sistem kartu khusus. Menurutnya, cara ini akan lebih tepat sasaran dibandingkan mekanisme konvensional, sekaligus memudahkan proses distribusi hingga ke tangan penerima manfaat.
"Kartu khusus ini penting agar tidak ada salah sasaran. Distribusi juga lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata menyampaikan empat isu strategis. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk dalam program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di wilayah Lombok Timur. Program ini difokuskan pada desa-desa yang tergolong miskin ekstrem dan membutuhkan intervensi melalui bantuan stimulan serta penguatan ekonomi lokal.(INTB)
