Wabup Lotim Pimpin Gerakan Genting: 11.868 Keluarga Butuh "Orang Tua Asuh" untuk Tekan Stunting 33%

Foto : Wabup Lotim, H. Edwin Hadiwijaya memberikan bantuan makanan kepada keluarga penderita stunting

Lombok Timur, IndepthNTB – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S), memimpin Rapat Koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Lombok Timur Tahun 2025, Kamis (31/7/25) di Pendopo Bupati. Dalam rapat ini, terungkap data memprihatinkan: prevalensi stunting di Lombok Timur masih berada di angka 33% pada tahun 2024.

Wabup Edwin menyampaikan bahwa angka stunting di Lotim dalam empat tahun terakhir fluktuatif, sementara data Keluarga Risiko Stunting (KRS) justru menunjukkan tren penurunan, dengan angka terakhir 19,39% pada 2024. "Kondisi ini mendorong kita untuk terus meningkatkan konvergensi dan kolaborasi dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Camat dan kades adalah garda terdepan," tegasnya.

Ia mengimbau semua pihak dalam TP3S untuk menyusun perencanaan matang dan meminta Kepala Bappeda, selaku sekretaris TP3S, mengakomodir seluruh tim agar dapat berkontribusi maksimal. "Kita harus bekerja bersama, efektif dan efisien, dalam upaya pencegahan stunting," tambah Wabup.

Target GENTING Lotim tahun 2025 adalah menjangkau 11.868 dari total 24.551 KRS, yang meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, dan balita. Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN NTB Lalu Makripuddin menyatakan NTB menargetkan 38.000 orang tua asuh dan mengajak semua masyarakat mencegah pernikahan usia anak sebagai langkah fundamental pencegahan stunting.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pengukuhan Forum Generasi Berencana (GENRE) Kabupaten oleh Bunda Genre Hj. Ra’yal Ain Warisin, penyerahan target GENTING kepada pembina wilayah, penyerahan bantuan nutrisi dan non-nutrisi kepada KRS, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk aksi nyata.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Forkopimda, Kepala OPD, serta perwakilan organisasi masyarakat. Dengan kolaborasi multipihak ini, Lombok Timur bertekad menurunkan angka stunting secara signifikan, mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan berkualitas.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama