![]() |
| Foto : Tim Inavis Polres Lotim saat olah TKP |
Lombok Timur, IndepthNTB – Seorang pemuda berusia 20 tahun ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di kamar rumah orang tuanya di Dusun Kecego, Desa Waringin, Kecamatan Suralaga,p Kabupaten Lombok Timur, Jumat (29/8/25) dini hari.
Korban yaitu M. Ilham Takdirollah, merupakan seorang pelajar atau mahasiswa. Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, sekitar pukul 05.30 WITA dengan kondisi tergantung didalam kamar.
Berdasarkan informasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Suralaga, sang ibu menemukan korban setelah hendak membangunkannya untuk pergi berziarah kubur, sebuah aktivitas rutin mereka setiap Jumat pagi. Saat pintu kamar dibuka, korban sudah terlihat dalam keadaan tergantung pada terali jendela kamarnya menggunakan tali nilon berwarna biru.
Mendapati kejadian tersebut, ibu korban langsung berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar tetangga yang kemudian datang dan membantu menurunkan korban. Jenazah korban kemudian dipindahkan ke ruang tamu sebelum dilaporkan ke Polsek Suralaga.
Dari pemeriksaan sementara, diketahui tinggi jendela tempat mengikat tali sekitar dua meter dari lantai, dengan panjang tali nilon yang digunakan juga sekitar dua meter. Jarak dari terali ke leher korban diperkirakan 80 cm.
"Posisi korban saat ditemukan digambarkan dengan kaki setengah tertekuk dan badan menempel pada tembok," ujar Kapolres Suralaga Ipda.
Kapolsek juga memberikan catatan bahwa diduga korban nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi. Diperkirakan karena korban depresi akibat diputusin pacarnya, ditambah ibunya mau menikah lagi setelah ditinggal mati suaminya.
Tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Polres Lombok Timur telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Pemeriksaan luar menemukan ciri-ciri seperti bekas jeratan tali pada leher, lidah yang keluar, serta adanya kotoran berupa air mani. Bekas jeratan dilaporkan hanya membentuk satu garis.
"Bunuh diri karena diduga depresi karena diputusin sama pacarnya. Keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut atau otopsi," pungkas Marzoan.
Pemakaman rencananya akan dilaksanakan pada Jumat siang ini, sekitar pukul 14.00 WITA, usai Salat Jumat, di Pemakaman Umum Kapialam, Desa Bagek Payung.(INTB)
