Plan Indonesia Bangun Infrastruktur Air Bersih, 5 Ribu Warga Lombok Terima Manfaat

Lombok, IndeptNTB – Sebanyak 5.000 warga di dua desa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini merasakan langsung manfaat dari akses air bersih yang layak. Keberadaan infrastruktur baru ini merupakan hasil pembangunan yang diselesaikan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama masyarakat dan pemerintah desa, yang resmi diserahterimakan pada September 2025.

Infrastruktur air bersih dibangun di Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, dan Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Proyek vital ini menjadi tindak lanjut dari kampanye penggalangan dana "Jelajah Timur 2024" yang digelar di Pulau Lombok.

Kondisi air bersih sebelumnya menjadi tantangan berat bagi warga kedua desa. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB tahun 2024 menunjukkan, sekitar 500 ribu individu di 77 kecamatan, termasuk anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas, terdampak kekeringan. Mereka terpaksa membeli atau mengantri berjam-jam untuk mendapatkan air.

“Di Desa Bilelando, air memang tersedia, namun tidak layak untuk dikonsumsi. Warga kerap membeli air dari desa lain dengan biaya tinggi ketika pasokan terbatas. Sementara itu, Desa Wakan kerap dihadapkan dengan situasi kekeringan berkepanjangan,” seperti dijelaskan dalam rilis resmi Plan Indonesia.

Perwakilan Plan Indonesia di NTB, Sabaruddin, menegaskan komitmen organisasinya dalam memperjuangkan hak masyarakat atas air bersih, khususnya bagi kelompok rentan.

“Melalui serah terima ini, kami berharap kesetaraan semakin nyata diwujudkan. Dengan adanya infrastruktur baru ini, kebutuhan dasar atas air bersih kini lebih terjamin,” ujar Sabaruddin.

Ia merinci bahwa pembangunan mencakup lebih dari 3 kilometer jaringan pipa di kedua desa, serta perbaikan reservoir, pipa transmisi, pompa, hingga pengaliran air langsung ke rumah-rumah warga.

Pembangunan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, dalam sambutannya berharap masyarakat dapat menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut.

“Kami berharap masyarakat di tingkat desa mampu menjaga keberlanjutannya, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain dalam pemenuhan hak atas air bersih,” tutur Lalu Firman.

Keberhasilan proyek ini berawal dari kampanye "Jelajah Timur 2024", yang diikuti oleh 80 pelari ultramarathon. Kegiatan tersebut berhasil menginspirasi lebih dari 4.000 individu dan menggandeng dukungan dari berbagai perusahaan untuk mewujudkan akses air bersih.

Wira, salah satu pelari ultramarathon yang terlibat, membagikan kebanggaannya menyaksikan hasil nyata dari perjuangan mereka.

“Kami bangga menjadi bagian keluarga Jelajah Timur dan berharap semakin banyak orang tergerak mendukung misi ini. Melihat langkah kami berlari benar-benar membawa hasil yang bermanfaat bagi masyarakat adalah perasaan yang sangat mengharukan,” pungkasnya.(INTB)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama