Polres Lotim Bidik Kasus Jasa Pelayanan Medis RSUD Selong Senilai Rp 10 milyar

Foto : Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP. Made Dharma Yulia Putra


Lombok Timur, IndepthNTB – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur (Lotim) bidik kasus dugaan penyelewengan jasa pelayanan (Jaspel) medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soejono Selong senilai Rp 10 milyar. 

Diduga jasa pelayanan medis ini tidak disalurkan oleh pihak manajemen rumah sakit selama tiga bulan kepada tenaga medis. Selain itu diduga terjadi praktik pemotongan. 

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Darma Yulia Putra mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dengan turun langsung ke lapangan. 

"Kita pulbaket dengan turun ke lapangan," ujar AKP I Made Darma.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, titik persoalan utama terletak pada tunggakan pembayaran Jaspel selama tiga bulan periode Juni, Juli, dan Agustus 2025. Nilai tunggakan tersebut mencapai hampir Rp10 miliar, yang seharusnya diterima oleh ribuan karyawan rumah sakit.

Selain masalah tunggakan, muncul juga dugaan praktik pemotongan pada Jaspel yang akhirnya cair untuk bulan September dan Oktober. Pemotongan ini dinilai memberatkan dan mencemaskan para karyawan RSUD.

Menanggapi perkembangan ini, Inspektur Inspektorat Lotim, Hasbali, mengonfirmasi bahwa pihaknya juga terlibat dalam pemeriksaan. 

"Kita sedang lakukan pemeriksaan tertentu kasus jaspel ini," kata Hasbali.

Plt Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjas Moro, membenarkan pihaknya menunggak Jaspel selama tiga bulan. Jumlah pegawai yang belum menerima Jaspel mencapai 1.440 orang, terhitung sejak bulan Juni, Juli, hingga Agustus. Total kebutuhan anggaran untuk pembayaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.

“Ini hak mereka dan harus kami tuntaskan. Kami berkomitmen menyelesaikan pembayaran itu,” tegasnya.

Manajemen rumah sakit tetap berupaya mencari solusi agar hak pegawai segera terpenuhi.

“Insyaallah tetap kami usahakan. Kami juga terus memikirkan para karyawan yang sudah bekerja maksimal,” pungkasnya.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama