Warga Hungaria Jadi Korban Begal di Jalur Menuju Pantai Pink

Foto : Aparat kepolisian Polres Lotim menggelar olah TKP


Lombok Timur, IndepthNTB — Seorang wisatawan wanita asal Hungaria Eniko Podruzsik (20) menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan wisata Lombok Timur (Lotim). Korban dirampas sepeda motor dan barang berharga lainnya oleh dua orang pelaku di Jalan Mbung Kao, Dusun Pejaik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Jumat (28/11/25) siang.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.55 WITA, ketika korban sedang dalam perjalanan menuju Pantai Pink. Di jalur sepi Pejaik–Pandan Wangi, korban dihadang dan dipepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic. Salah satu pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau. 

"Karena ketakutan, korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat Street warna abu-abu dengan nomor polisi DR 4835 RH, serta sejumlah barang berharga berupa ATM, STNK, dan uang tunai Rp1.400.000," ungkap Kasi Humas Polres Lotim, AKP. Nicolas Usman.

Sesaat setelah kejadian, seorang warga bernama Deni Ediardo (22) yang melintas melihat korban dalam kondisi panik. Ia kemudian membantu membawa korban ke Polsek Jerowaru untuk melaporkan insiden tersebut.

Lanjut Nicolas, pihaknya dari Unit Reskrim bersama piket Polsek Jerowaru langsung melakukan pemeriksaan dan olah TKP sekitar pukul 14.30 WITA. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penanganan kasus, termasuk pencarian para pelaku. Penyidik juga mendalami keterangan korban mengenai ciri-ciri pelaku serta arah pelarian guna mempercepat proses pengungkapan.

"Kita saat ini tengah memburu pelaku, seperti ciri-ciri yang disebutkan korban," ujarnya.

Kepolisian mengakui jikaa jalur Mbung Kao Dusun Pejaik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru yang dilalui korban diketahui sebagai area yang rawan kriminalitas akibat minimnya aktivitas warga dan kurangnya penerangan jalan. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk mencari sasaran yang melintas seorang diri.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang melintas di area sepi untuk meningkatkan kewaspadaan serta melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Selain itu memperkuat patroli di jam-jam rawan. Sementara pihak Imigrasi diminta memberikan pendampingan kepada korban terkait pengurusan dokumen keimigrasian yang hilang.

"Kita berharap partisipasi warga yang memiliki informasi mengenai pelaku untuk segera menghubungi pihak berwajib demi mempercepat proses penyelidikan," pungkasnya.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama