![]() |
| Foto : Rektor Universitas Hamzanwadi Siti Rohmi Djalilah memberikan selamat kepada wisudawan |
Lombok Timur, IndepthNTB — Universitas Hamzanwadi secara resmi melepas 1.287 lulusannya dalam prosesi Wisuda ke-X yang digelar pada Sabtu (29/11/25). Acara yang dihadiri ribuan orang tua dan tamu undangan ini menjadi momentum penting bagi universitas untuk meneguhkan komitmennya dalam menjawab tantangan global.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., menyoroti pentingnya transformasi dan peningkatan daya saing lulusan. Ia mengawali dengan menyebut bahwa wisuda tahun ini beririsan dengan peringatan Hari Guru, yang mengingatkan pada akar sejarah kampus tersebut sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah berkontribusi besar dalam mencetak pendidik di Nusa Tenggara Barat.
“Banyak guru yang bekerja di NTB maupun luar daerah merupakan lulusan kampus ini. Itu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga mutu,” tegas rektor yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.
Rohmi memaparkan sejumlah capaian strategis universitas, seperti pembukaan Fakultas Kedokteran dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, prodi seperti pendidikan khusus masih sangat jarang ditemui di Indonesia, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Namun, ia menekankan bahwa capaian itu tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan semata. Universitas, tuturnya, sedang melakukan penataan struktur internal untuk memperkuat orientasi riset dan inovasi.
“Kami mulai bergerak dari teaching university menuju research university,” ujarnya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, universitas membentuk tiga center of excellent yang difokuskan pada penguatan kompetensi dasar mahasiswa, yaitu literasi digital, penguasaan bahasa asing dan kewirausahaan.
“Mahasiswa harus melek digital, kuat berbahasa asing, dan berjiwa entrepreneur agar dapat bersaing secara global,” jelas Rohmi.
Rohmi menyoroti perubahan dinamika pasar kerja, di mana kemampuan adaptasi dan kelincahan dalam membaca peluang seringkali lebih menentukan kesuksesan daripada kesesuaian jurusan dengan profesi.
“Banyak lulusan bekerja tidak sesuai jurusan, tapi mereka sukses karena adaptif,” katanya.
Sebagai bentuk nyata penguatan kewirausahaan, kampus tidak hanya menyelenggarakan perkuliahan tetapi juga menyediakan inkubator bisnis. Tujuannya untuk mendorong mahasiswa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tapi mampu menciptakan pekerjaan,” tegasnya.
Lebih jauh, universitas juga mendirikan Halal Center untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan sertifikasi halal. Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah produk lokal meraih pengakuan dan masuk ke pasar internasional.
“Sertifikasi halal adalah kebutuhan untuk pengakuan global, dan kami ingin UMKM dipermudah,” tutup Rektor, mengakhiri sambutannya dalam wisuda yang menjadi tonggak baru bagi 1.287 lulusan untuk berkarya di masyarakat.(INTB)
