Bupati Lombok Timur Ingin Kolaborasi Dengan Baznas Bisa Menuntaskan Persolaan RTLH

Foto : Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin secara simbolis menyerahkan kunci rumah RTLH


LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Upaya pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Lombok Timur mendapatkan stimulan positif di awal tahun 2026. Sebanyak 73 unit rumah bantuan resmi diserahkan kepada masyarakat pada Kamis (8/1/26), menandai komitmen kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi masalah hunian dan penguatan ekonomi.
Bantuan tersebut terdiri dari 50 unit Rumah Layak Huni (Mahyani) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil dan Zakat Bank NTB, serta 23 unit rehab rumah dari BAZNAS Lombok Timur. Tidak hanya hunian, bantuan juga mencakup 20 paket gerobak dan modal usaha sebesar Rp 1,5 juta per paket, yang ditujukan untuk memberdayakan ekonomi keluarga penerima.
Dalam sambutannya usai penyerahan, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak. Namun, ia juga mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi.
"Masih ada sekitar 20.000 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 21 kecamatan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya.
Untuk mengatasi defisit hunian tersebut, pemerintah daerah terus melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan dan alokasi anggaran yang lebih besar.
Di luar isu perumahan, Bupati Haerul Warisin memaparkan sejumlah capaian program strategis nasional di wilayahnya. Ia menyebutkan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan Ekas yang terus dikembangkan.
"Namun, yang manfaatnya paling langsung dirasakan masyarakat saat ini adalah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan. Ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih dasar warga," jelasnya.
Penyerahan bantuan hunian dan ekonomi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat Lombok Timur, sejalan dengan visi pembangunan yang berkeadilan.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama