![]() |
| Foto : Lauk MBG yang diduga Basi |
LOMBOK TIMUR, IndepthNTB - Ratusan siswa di sebuah sekolah swasta di Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, mendapat kejutan tidak menyenangkan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu yang disajikan oleh Dapur MBG Al Risalah Tebaban pada Rabu (28/1/26) diduga telah basi dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Akibatnya, banyak siswa yang menolak memakan lauk-pauk yang disediakan. Mereka hanya memakan nasi putihnya saja, sementara untuk lauknya terpaksa membeli makanan lain di kantin sekolah.
Sejumlah guru di sekolah tersebut mengonfirmasi kejadian ini.
"Memang betul menu makanan disajikan berbau dan diduga basi," ungkap salah seorang guru.
Keluhan utama tertuju pada menu daging ayam dan urap-urap yang disajikan. Aroma yang tidak biasa membuat siswa tidak tahan dan memilih untuk tidak menyentuhnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi pengelola dapur untuk melaporkan masalah ini. "Pengelola dapur minta maaf dan kami dari pihak sekolah meminta agar pihak dapur tidak membuat menu seperti itu lagi," kata seorang guru. Mereka mengkhawatirkan dampak kesehatan jika makanan tersebut dikonsumsi, seperti sakit perut.
Sementara itu, dari pihak pengelola dapur, Kepala SPPI Al Risalah Tebaban, Tahir Nasria, memberikan penjelasan berbeda. Saat dikonfirmasi, ia tidak menampik adanya keluhan dari sekolah, namun membantah tuduhan bahwa makanan tersebut basi.
"Karena sebenarnya tidak ada yang berbau maupun basi. Menu yang kita sajikan ayam dan urapan dengan sambal matah. Mungkin karena di sambalnya dikatakan bau karena di situ ada bawangnya," jelas Tahir.
Ia menyatakan pihaknya telah merespons laporan tersebut dengan cepat. "Kami sudah meminta maaf kepada pihak sekolah dan pihak sekolah meminta untuk tidak membuat menu yang sama lagi," tambahnya. Menurutnya, sekolah tidak meminta penggantian menu, tetapi hanya menyarankan agar menu serupa tidak diulang di hari berikutnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan kebersihan makanan dalam program bantuan pemerintah seperti MBG, yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah. Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar tidak terulang kembali, demi menjamin kesehatan dan kepercayaan penerima manfaat.(INTB)
