Lombok Timur, IndepthNTB – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melanjutkan agenda Safari Ramadan Pemerintah Daerah (Pemda) Tahun 1447 H/2026 M. Pada kesempatan kali ini, masyarakat Dusun Gerisak, Desa Wanasaba Daya, Kecamatan Wanasaba, dan sekitarnya menerima kunjungan tim safari, Selasa (24/2/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taqwa, Dusun Gerisak.
Dalam sambutannya di hadapan jamaah, Bupati Haerul Warisin memberikan apresiasi khusus kepada Kecamatan Wanasaba. Ia menyoroti rendahnya angka kemiskinan di wilayah tersebut yang dinilai sebagai buah dari optimalisasi potensi lokal oleh masyarakat.
"Saya lihat angka kemiskinan di Wanasaba ini kecil. Ini patut diapresiasi. Artinya, masyarakat di sini mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki," ujar Bupati Haerul.
Bupati menilai Kecamatan Wanasaba mengalami kemajuan yang signifikan, terutama dalam sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, keberhasilan Wanasaba ini sejalan dengan keberhasilan serupa yang telah dicapai oleh Kecamatan Sembalun, yang juga disebutnya sebagai wilayah yang relatif bebas dari kemiskinan berkat pengelolaan potensi alam yang unggul.
"Wanasaba maju di pertanian dan peternakan. Seperti Sembalun, di sini juga bebas dari kemiskinan. Saya berharap ke depan akan semakin banyak kecamatan yang mampu mengikuti jejak ini, mengoptimalkan potensi masing-masing, sehingga angka kemiskinan di Lombok Timur bisa terus kita tekan," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Haerul juga menyampaikan permakluman kepada masyarakat atas kehadirannya yang dinilai jarang dalam undangan kegiatan keagamaan selama setahun masa kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut bukan tanpa sebab.
"Baru kali ini saya banyak bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Saya minta dimaklumi, setahun ini nyaris saya tidak sempat hadir di undangan kegiatan keagamaan," ungkapnya.
Bupati membeberkan bahwa ia dan jajarannya selama ini fokus pada upaya menarik dana dari pemerintah pusat ke Lombok Timur. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang signifikan akibat kebijakan pemotongan dana oleh pemerintah pusat.
"Kita sedang berjuang keras menarik dana pusat ke daerah. Karena anggaran kita sangat terbatas, banyak yang dipotong. Tugas saya selama ini adalah bagaimana agar Lombok Timur tetap bisa berjalan dan pembangunan tetap berlangsung di tengah keterbatasan itu," jelas Bupati.
Safari Ramadan ini pun menjadi momen bagi Bupati untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan secara langsung kondisi riil pemerintahan serta agenda pembangunan yang sedang diupayakan kepada masyarakat.(INTB)
