![]() |
| Foto : Kondisi dapur yang tutup karena anggaran belum cair |
LOMBOK TIMUR, IndpethNTB – Keriuhan yang biasanya menyelimuti Dapur Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur, kini berganti menjadi kesunyian. Sejak beberapa hari terakhir, fasilitas yang menjadi tumpuan harapan bagi pemenuhan gizi kelompok rentan tersebut resmi berhenti beroperasi. Dampaknya, puluhan ibu hamil dan orang tua balita mengeluh karena kehilangan akses utama terhadap asupan gizi tambahan.
Bagi Fira (22), seorang ibu hamil yang kini memasuki trimester kedua, penutupan dapur ini merupakan kabar buruk. Selama ini, ia mengandalkan menu bergizi dari Dapur SPPG untuk memastikan janinnya tumbuh sehat di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
"Kami sangat bingung, kenapa dapur itu tutup, tapi informasinya karena modalnya," keluh Fira saat ditemui di rumahnya pada Kamis (12/2/2026).
Hal serupa diungkapkan oleh Indari, ibu dari seorang balita berusia dua tahun. Ia mengaku anaknya sangat terbantu dengan adanya program makanan tambahan tersebut.
"Padahal ini sangat membantu kami untuk pemenuhan gizi anak saya, tapi karena tutup sudah empat hari kami tidak dapat," tutur Indari.
Menanggapi keluhan masyarakat, Ketua SPPG Sasmita Aria Adista menjelaskan bahwa penutupan ini bukan disebabkan oleh masalah administrasi atau kendala teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa kendala utama adalah keterlambatan pencairan dana operasional.
"Kalau administrasi bukan kendalanya, tapi uangnya yang telat turun ke kami. Jadi kami memutuskan untuk tutup sementara," ujarnya saat ditemui.
Sasmita berjanji bahwa dapur SPPG akan kembali beroperasi dalam waktu dekat, karena anggaran dari pusat telah cair. "Anggaran tadi malam sudah cair, jadi besok mulai lagi dan sekarang relawan sudah mulai digaji juga," jelasnya.
Saat ini, Dapur SPPG Lendang Nangka Utara melayani penerima manfaat sebanyak 2.646 orang, setelah sebelumnya menangani 2.895 penerima. Pengurangan jumlah tersebut disebabkan oleh keluarnya dua sekolah dari daftar penerima.
"Yang mendapat bantuan ini adalah Tiga B dan sekolah-sekolah, namun ada dua sekolah yang sudah keluar, sehingga total penerima menjadi 2.646," tutupnya.(INTB)
