Bupati Lombok Timur Ingatkan Kepala Sekolah agar Tak Tergiur Penyalahgunaan Anggaran

 


Lombok Timur, IndepthNTB - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan peran strategis kepala sekolah sebagai manajer di tingkat satuan pendidikan yang bertugas mengayomi para guru. Dalam kapasitasnya tersebut, ia mengingatkan agar para kepala sekolah lebih berhati-hati dan tidak tergiur untuk melakukan penyalahgunaan anggaran.

Pesan tegas itu disampaikan Bupati Haerul saat menghadiri acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur. Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati pada Senin (2/3/2026) tersebut diikuti oleh puluhan pejabat kepala sekolah yang baru dilantik.

Dalam arahannya, Bupati Haerul mengingatkan kompleksitas tugas seorang manajer pendidikan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Ia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik untuk tidak gegabah dan senantiasa berhati-hati dalam mengelola dana yang menjadi tanggung jawabnya.

"Pesan saya hati-hati, anda belum mampu mengelola dan me-manage keuangan dengan baik. Kalau perlu bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman," ujar Bupati Haerul di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Orang nomor satu di Lombok Timur itu menjelaskan bahwa istilah "clear" atau bersih dalam konteks kepemimpinan sekolah bukan sekadar tidak bermasalah secara administratif, tetapi lebih luas dari itu. Menurutnya, seorang kepala sekolah baru bisa disebut "clear" apabila mampu mengelola sekolah dan seluruh aspek di dalamnya dengan baik dan bertanggung jawab.

"Jadi pemimpin itu tidak gampang, jadi manajer itu tidak gampang. Tetapi kalau ada rasa keikhlasan, amanah, kita bekerja untuk pendidikan, untuk mengayomi teman-teman guru di situ, maka insyaallah kita akan menjadi kepala sekolah yang baik," tambahnya.

Lebih jauh, Bupati Haerul memberikan motivasi bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah akhir dari jenjang karier. Ia menyebut bahwa menjadi Kepala Dinas bukanlah hal yang mustahil bagi seorang kepala sekolah, asalkan mampu membuktikan kepiawaiannya dalam mengayomi guru, mengelola manajemen, serta mencetak murid-murid yang berprestasi.

Di luar fokus utama pada kurikulum dan manajemen pendidikan, Bupati juga mendorong para guru dan kepala sekolah untuk berpikir inovatif dalam memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di lingkungan masing-masing. Ia mencontohkan gerakan pertanian mandiri seperti menanam cabai di polybag. Menurutnya, jika gerakan sederhana ini dilakukan secara kolektif oleh ribuan guru di Lombok Timur, hasilnya akan sangat signifikan dan dapat berkontribusi bagi ekonomi lokal.

"Saya minta kita juga berpikir bagaimana memanfaatkan lahan atau halaman sekolah untuk hal-hal produktif. Ini bisa menjadi contoh baik bagi siswa," imbuhnya.

Selain itu, Bupati Haerul juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap program strategis nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meyakini program tersebut akan berdampak positif bagi pertumbuhan dan kesehatan anak didik, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur.

Pelantikan ini diharapkan dapat melahirkan kepala sekolah yang tidak hanya kompeten dalam manajemen pendidikan, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta inovatif dalam mengembangkan potensi sekolah.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama