Kepulangan Jamaah Umrah Zara Tour and Travel Tidak Tertunda Karena Konflik Timur Tengah



LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyebabkan kepulangan jamaah umrah asal Lombok Timur mengalami penundaan. Namun, sejumlah travel memastikan bahwa kepulangan jamaah dari tour and travel tertentu tidak mengalami penundaan akibat situasi tersebut. Salah satunya yaitu travel Umrah Zara Tour and Travel, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pemilik travel umrah Zara Tour and Travel, TGH Muzayyin menjelaskan bahwa jamaah binaannya tidak bermasalah karena memilih maskapai dengan penerbangan langsung JJeddah-Jakarta. Bahkan, ia menyebut ada travel lain yang meminta bantuan untuk proses pemulangan.

Ia menyebut sebanyak 109 orang pada 22 dan 23 Maret sudah pulang dengan aman melalui Garuda langsung Jeddah-Jakarta. Selanjutnya, sekitar 250 orang juga dijadwalkan berangkat dari Lombok pada 1 April mendatang.

"Insya Allah aman. Saya sendiri masih di Madinah," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa semua jamaah dari travel binaannya pulang dengan selamat, bahkan ada yang kembali berangkat lagi. Terkait travel lain yang jamaahnya terlantar, ia mengaku tidak mengetahui karena mereka hanya datang meminta bantuan.

"Bukan travel saya yang bermasalah. Travel saya alhamdulillah aman," pungkasnya.

Sementara jamaah yang tertunda kepulangannya karena mereka umumnya adalah jamaah dengan paket murah yang menggunakan rute penerbangan berliku melalui Singapura, Brunei, atau Dubai. Dampak penundaan tersebut menyebabkan jamaah tersebut tinggal lebih lama di Mekkah. 

"Mereka tidak punya uang untuk membeli tiket yang harganya tinggi. Akhirnya cari apartemen murah Rp500.000 per malam, biaya makan minum ditanggung sendiri itu kemudian yang dikirimi keluarga dari Lombok," ujarnya.

Dijelaskannya, kendala yang muncul bukan disebabkan oleh konflik secara langsung, melainkan faktor teknis perubahan rute penerbangan yang berdampak pada biaya tiket.

"Dialihkannya itu yang kesannya tidak bisa pulang. Sebenarnya tetap aman, jamaah ini bisa pulang. Namun pesawatnya dialihkan, yang semula melalui Dubai lalu Singapura, akhirnya jalur itu tidak aman," ujarnya.

Muzayyin menjelaskan, saat ini rute yang dinilai aman hanya penerbangan langsung Jeddah-Jakarta, namun harga tiket melonjak drastis. Akibatnya, jamaah harus menambah biaya pembelian tiket.

"Kalau dari Jeddah ke Jakarta, maskapai Saudia Arabia Air Line sekitar Rp23 juta, tapi kalau Garuda bisa mencapai Rp25 juta karena limit tiket. Itulah yang menyebabkan jamaah tertunda kepulangannya," terangnya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Haji dan Umrah Lombok Timur, Makinuddin, membenarkan bahwa terdapat jamaah yang mengalami penundaan kepulangan akibat situasi konflik.

"Itu masih tertahan dari jadwal yang seharusnya dua minggu, tapi banyak yang belum pulang. Memang ada yang tertunda kepulangan mereka karena pengaruh perang," ujar Makinuddin saat dikonfirmasi terpisah.

Namun, ia mengakui bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai identitas jamaah yang terlantar.

"Datanya belum kita lihat, secara informasi seperti itu saja. Orangnya siapa, dari mana juga belum kita tahu. Belum ada laporan ke kita," jelasnya.

Makinuddin menambahkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan kelonggaran terkait masa tinggal jamaah umrah akibat situasi tersebut. Namun, berdasarkan informasi resmi dari Saudi, per tanggal 18 Januari hingga April mendatang, jamaah umrah sudah harus pulang karena akan dimasuki jamaah haji.

"Langkah kami, kalau misalkan ada seperti itu, sudah ada instruksi dari pemerintah pusat, Kementerian Haji dan Umrah Pusat pasti sudah berkomunikasi. Saya pikir itu sudah dikondisikan," ucapnya.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama