Lombok Timur, IndeptNTB – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja di Lombok Timur, Sabtu (7/3/2026). Kunjungan tersebut dipusatkan di Kawasan Hutan Lindung yang menjadi lokasi wisata edukasi terpadu dan camping area Otak Aik - Loang Gali, Dusun Montor Sugia Lauk, Desa Toya, Kecamatan Aikmel.
Dalam kunjungannya, Menteri Raja Juli Antoni secara resmi menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial dengan total luas lahan mencapai 560,57 hektar bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari enam SK tersebut, lima di antaranya diberikan untuk Kabupaten Lombok Timur dan satu unit SK untuk Kabupaten Lombok Barat.
Penyerahan SK ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengentaskan kemiskinan di sekitar kawasan hutan. Dengan adanya persetujuan ini, masyarakat yang selama ini menggarap lahan di kawasan hutan kini mendapatkan kepastian hukum untuk mengelola lahan secara legal dan produktif.
Dalam arahannya di hadapan masyarakat penerima manfaat, Menteri Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kemudahan akses legal ini merupakan mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Ia meminta agar masyarakat dapat memaksimalkan lahan yang telah diberikan untuk kegiatan yang produktif.
"Ini adalah amanah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Jika dulu bapak/ibu masuk kawasan dicegat polisi hutan, sekarang negara memberikan akses legal," ungkap Menteri Raja Juli.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya legalitas ini, masyarakat tidak perlu lagi khawatir dan dapat mengelola lahan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga maupun pengembangan ekonomi produktif.
Kunjungan Menteri Kehutanan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Keberadaan kawasan hutan lindung di Otak Aik - Loang Gali sendiri selama ini telah dikembangkan sebagai lokasi wisata edukasi terpadu dan camping area. Dengan adanya SK Perhutanan Sosial, diharapkan kawasan tersebut dapat semakin dikelola dengan baik, tidak hanya untuk konservasi tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan lahan yang bijak dan berkelanjutan.
Bupati Lombok Timur yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Lombok Timur. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.(INTB)
