JAKARTA,Indepth NTB – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, menggelar audiensi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Umum Milik Negara (BUMN) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan. Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Selasa (28/4) sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati di ibu kota.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Haerul memaparkan kondisi dan perkembangan ekonomi terkini di Lombok Timur. Ia menyoroti kerja sama antardaerah yang telah dilakukan, termasuk upaya stabilisasi harga cabai bersama Sulawesi Selatan. Berkat langkah itu, tren harga kebutuhan pokok di Lombok Timur pada pekan ketiga April relatif terkendali, tercermin dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang turun sebesar 2,06 persen.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur serta memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui sinergi pusat dan daerah.
Terkait BUMD, saat ini total dividen dari enam BUMD mencapai lebih dari Rp20 miliar, dengan kontributor terbesar dari PT Bank NTB Syariah sebesar Rp15 miliar dan PT Selaparang Finansial sebesar Rp2,3 miliar. Bupati mengakui adanya tantangan dalam pengembangan dan optimalisasi BUMD, seperti akselerasi kompetensi SDM, sinkronisasi regulasi, integritas pelaporan, hingga ekspansi pasar. Namun, Pemda terus berupaya melalui investasi peningkatan kompetensi karyawan, penguatan kepatuhan pelaporan, serta koordinasi dan inovasi.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Kemenko Perekonomian, Dr. Ferry Irawan, menjanjikan insentif award TP2DD dan TPID tahun 2025 bagi Lombok Timur akan segera cair dan dapat digunakan dalam APBDP 2026. Selain itu, ia berkomitmen membantu proses izin karantina industri porang guna memperlancar ekspor ke China, serta memberikan pelatihan bagi manajer BUMD setempat.
Dr. Ferry yang juga menjabat sebagai Satgas TP2DD Pusat mengapresiasi lompatan pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada 2025 dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi erat Pemda dalam menekan angka inflasi nasional.(INTB)
