LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan transformasi digital di pedesaan. Bersamaan dengan audiensi bersama Dinas Perindustrian NTB dan Bulog, Bupati juga menerima tim dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang menyampaikan rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP).
Dalam program ini, sebanyak 754 mahasiswa akan diterjunkan ke lima kecamatan, yakni Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur, dengan cakupan 58 desa. Bupati Haerul Warisin menyambut baik program tersebut dan berharap para mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kemampuan digital masyarakat pedesaan.
"Ini momentum tepat. Mahasiswa tidak hanya datang dan pergi, tetapi harus bisa mengajarkan masyarakat agar tidak gaptek (gagap teknologi)," ujar Bupati.
Lebih jauh, Bupati berharap mahasiswa juga memberikan literasi digital kepada masyarakat, termasuk membantu mengatasi kendala layanan seperti BPJS hingga sistem pembayaran pajak secara digital. Menurutnya, upaya ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Banyak masyarakat masih kesulitan mengakses layanan digital. Kalau ini dibiarkan, pelayanan terganggu dan berpotensi merugikan daerah," tegasnya.
Bupati Lombok Timur juga menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama pengembangan desa, khususnya bagi desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian. Ia berharap desa-desa tersebut nantinya bisa berpotensi menjadi desa binaan mahasiswa UIN Mataram secara berkelanjutan.
