IAIH Pancor Resmi Buka Program Magister Studi Islam, Biaya Terjangkau Kualitas Tetap Prima



LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Kabar menggembirakan datang dari Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 253 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2026, kampus yang berlokasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini resmi memperoleh izin penyelenggaraan Program Magister (S2) Program Studi Studi Islam.

Kehadiran program pascasarjana ini menandai komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan Islam berkualitas bagi masyarakat. Program Magister Studi Islam diharapkan menjadi ruang pengembangan keilmuan Islam yang integratif, moderat, dan responsif terhadap tantangan zaman.


Durasi 4 Semester, Biaya Terjangkau

Direktur Pascasarjana IAIH Pancor, Prof. Dr. H. M. Taufik, M.Ag. , menjelaskan bahwa program magister ini dirancang dengan durasi pendidikan selama 4 semester. Menariknya, biaya pendidikan di program ini dibanderol dengan harga terjangkau, namun tetap mengutamakan kualitas.

"Murah tapi tidak murahan," tegas Prof. Taufik.


Terintegrasi dengan Lingkungan Pesantren


Program pascasarjana ini terintegrasi dengan lingkungan pondok pesantren yang menjadi ciri khas IAIH Pancor. Prof. Taufik menekankan bahwa proses pembelajaran dirancang untuk menghasilkan lulusan magister dengan pemahaman keislaman yang mendalam.

"Di dalam proses harus berpikir radikal ya akhlatiyahnya, ini bersambung dengan kita mengkaji soal literasi Timur Tengah," ujarnya.

Pendekatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan keislaman komprehensif, termasuk pemahaman tentang syariah, usul fikih, dan nilai-nilai Islam secara luas.


Didukung Tiga Profesor dan Dosen Kompeten

Kampus yang dipimpin TGB Zainul Majdi ini telah menyiapkan sumber daya pengajar kompeten. Prof. Taufik mengungkapkan bahwa IAIH Pancor memiliki lebih dari cukup tenaga pengajar, bahkan hingga tiga profesor yang siap mengajar dari berbagai disiplin ilmu.

"Kalaupun kita menggunakan orang kita saja, sudah cukup," jelasnya.

Keahlian para dosen diharapkan sesuai dengan kebutuhan sekaligus memiliki kewenangan spesifik yang diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan lembaga agar berkembang lebih cepat.


Lulusan Bergelar MSI dengan Kelas Berkarakter

Program magister studi Islam yang akan bergelar M.S.I. ini dirancang dengan kelas berkarakter dan konsentrasi spesifik. Prof. Taufik menyatakan optimisme program ini dapat berjalan dengan baik.

"Saya yakin kita bisa, insyaallah, apalagi kalau teman-teman bantuin di kelas sekaligus kita bisa buka kelas itu berkarakter semua," pungkasnya.

Dengan hadirnya Program Magister (S2) Studi Islam, IAI Hamzanwadi Pancor semakin mempertegas perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang dan berkontribusi mencetak generasi intelektual Muslim berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan keislaman.

Masyarakat dan calon mahasiswa diundang menjadi bagian dari perjalanan intelektual di kampus yang memiliki motto: Maju dalam Berbudaya, Terdepan dalam Ilmu dan Akhlak.

#IAIHamzanwadi #MagisterStudiIslam #PendidikanTinggi #Pascasarjana #LombokTimur #KampusPesantren #TGBZainulMajdi #NTB

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama