TEHERAN, IndepthNTB - Jutaan pelayat yang membanjiri jalanan Teheran pada Senin (6/7) tidak hanya datang untuk mengantar pemimpin agung mereka, Ayatullah Ali Khamenei, ke peristirahatan terakhir. Di tengah hiruk-pikuk prosesi pemakaman yang berlangsung hingga 12 jam itu, api kebencian terhadap Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump justru menyala paling terang.
Puncak kemarahan itu tampak dari sebuah spanduk raksasa berbahasa Inggris yang menjulang di atas lautan manusia, bertuliskan: "We Will Kill Trump" (Kami Akan Bunuh Trump). Tak hanya itu, spanduk "Kill Trump" dengan gambar peluru yang menembus nama sang presiden juga berkibar di mana-mana. Bahkan, dalam ritual yang menyimbolkan "pelemparan setan", para pelayat terlihat melempari foto besar Trump dengan batu.
Sumber @clashreport menyebutkan bahwa pesan ancaman "We will end you, Donald!" turut mewarnai aksi massa tersebut.
"Membunuh Trump adalah kewajiban kami"
Umatat kemarahan ini mencapai puncaknya ketika pembawa acara pemakaman, Mohammad Rasouli, melontarkan seruan penuh amarah di hadapan para pelayat.
"Kenapa kami tidak boleh membunuh orang yang membunuh Imam dan Pemimpin kami?" teriak Rasouli, disambut gemuruh setuju. "Ini aib bagi kami jika tidak membunuh pembunuhnya," sambungnya, seraya menyerukan "kematian bagi Amerika" dan "kematian bagi Israel". "Mengapa orang paling keji di dunia ini masih hidup?" tanyanya, merujuk pada Trump.
Yang menarik, aksi bermuatan ancaman pembunuhan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington. Gedung Putih sendiri sebelumnya menyatakan mampu "melenyapkan" kepemimpinan Iran dalam "satu tembakan", namun memilih untuk tetap membuka jalur negosiasi.
Meski ada kesepakatan gencatan senjata, luka akibat perang yang menewaskan Khamenei dan keluarganya pada 28 Februari lalu masih sangat membekas. "Kami di sini bukan untuk mengucapkan selamat tinggal. Kami di sini untuk balas dendam, dan kami akan membalas dendam," ujar salah seorang pelayat, Fatima Hassan.
Prosesi yang digambarkan sebagai "pawai terbesar dalam sejarah modern Iran" ini menjadi pengingat bahwa ketegangan AS-Iran masih berada di atas dinamit, dan ancaman terhadap nyawa Presiden Trump kini bergema dari jalanan Teheran.
#Iran #Khamenei #DonaldTrump #AncamanPembunuhan #TeganganASIran #WeWillKillTrump #ClashReport
