Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang memberikan arahan khusus dan menekankan tanggung jawab besar yang diemban oleh pejabat baru tersebut.
Dua nama yang dilantik adalah Lalu Aries Fahrozi, yang kini resmi menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) definitif setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), dan M. Nurul Watoni, yang ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setelah dinyatakan lolos proses seleksi Panitia Seleksi (Pansel).
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyatakan bahwa momentum pelantikan ini harus menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat kemajuan di sektor pelayanan dasar. Ia mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah janji besar di hadapan publik yang harus dipertanggungjawabkan.
"Sumpah tadi tidak saja untuk dirinya sendiri tetapi juga disaksikan oleh kita semua. Harapan kami, kedua Kadis ini bisa membawa Lombok Timur lebih baik lagi," tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati memberikan instruksi spesifik kepada masing-masing kepala dinas. Kepada Kadis Kesehatan, Lalu Aries Fahrozi, ia memerintahkan untuk segera memperkuat pola pembinaan dan pengawasan di tingkat Puskesmas. Tujuannya adalah untuk menjamin kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat Kabupaten Lombok Timur.
Sementara itu, kepada Kadis Dikbud, M. Nurul Watoni, Bupati meminta perhatian khusus terhadap pengawasan terhadap ribuan guru, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Instruksi ini mencakup pemantauan kinerja seluruh tenaga pendidik, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelantikan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk terus mendorong peningkatan kualitas pada dua sektor vital, yakni kesehatan dan pendidikan, sebagai fondasi pembangunan daerah. Masyarakat pun berharap agar kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan dan perbaikan yang signifikan dalam pelayanan publik.(INTB)
