Wabup Lombok Timur Resmikan Sekolah Daur Ulang Plastik, Hasil Kolaborasi Indonesia–Australia

Foto : Wabup Lombok Timur, menggunting vita meresmikan gedung sekolah berbahan plastik


LOMBOK TIMUR,IndepthNTB – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, meresmikan lima unit Ruang Kelas Baru (RKB) hasil donasi Happy Hearts Indonesia dan Classroom of Hope (CoH) Australia di SDN 2 Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Rabu (11/2). Peresmian ditandai dengan tasyakuran sekaligus seremoni pemotongan pita sebagai simbol dimulainya penggunaan fasilitas ramah lingkungan tersebut.

Dalam sambutannya, Wabup Edwin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan sekolah berbahan baku sampah plastik daur ulang itu. Ia mengajak semua elemen—sekolah, masyarakat, dan pemerintah desa—untuk bersama-sama menjaga serta merawat ruang kelas yang telah dibangun.

“Jangan sampai fasilitas yang sudah baik ini rusak karena tidak dirawat. Kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian kita semua. Presiden telah menegaskan bahwa gerakan kebersihan sampah adalah gerakan nasional,” ujar Wabup Edwin.

Ia secara khusus menyoroti persoalan sampah plastik di wilayah Desa Gunung Malang. Dengan hadirnya bangunan sekolah yang memanfaatkan material daur ulang plastik, Wabup berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi model dalam menyelesaikan berbagai persoalan lain di Lombok Timur.

“Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi lembaga non-pemerintah (NGO) untuk berkolaborasi. Pendidikan adalah sektor prioritas, tetapi bukan satu-satunya. Masih banyak bidang yang bisa kita garap bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Gunung Malang, Fathussabir, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan lima ruang kelas baru yang dibangun hanya dalam waktu 45 hari. Ia mengakui bahwa hampir 100 persen bangunan sekolahnya berdiri dari uluran tangan berbagai pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Happy Hearts Indonesia dan Classroom of Hope. Sekolah ini adalah bukti bahwa kepedulian lintas negara mampu melahirkan perubahan nyata. Semoga dukungan masyarakat terhadap sekolah terus berlanjut,” ungkapnya.

Perwakilan Happy Hearts Indonesia, Tamrin, memaparkan bahwa SDN 2 Gunung Malang merupakan sekolah ke-12 yang dibangun pihaknya di Lombok Timur. Secara keseluruhan, telah terbangun 73 ruang kelas dan 48 toilet dari program serupa. Lebih istimewa lagi, seluruh konstruksi menggunakan material daur ulang plastik.


“Hingga kini, program kami telah mendaur ulang sekitar 99 ton sampah plastik. Ini setara dengan pengurangan emisi karbon hingga 14 ton. Bangunan ini dirancang ramah anak, ramah lingkungan, tetapi tetap berkualitas tinggi,” jelas Tamrin.

Ia juga berharap para guru mampu memanfaatkan ruang kelas baru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.

Sementara itu, Manager Classroom of Hope (CoH), Rachel, menjelaskan bahwa program ini lahir pascagempa dahsyat yang melanda Lombok beberapa tahun lalu. CoH bertindak sebagai sponsor utama program sekolah blok yang didanai oleh donatur-donatur asal Australia.

“Kami ingin membangun kembali mimpi yang sempat runtuh. Bahan bangunan dari sampah plastik daur ulang adalah bukti bahwa kita bisa membangun infrastruktur pendidikan tanpa mengorbankan bumi. Semoga SDN 2 Gunung Malang menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di daerah lain,” pungkas Rachel.

Dengan diresmikannya ruang kelas ini, SDN 2 Gunung Malang tidak hanya mendapatkan wajah baru, tetapi juga mandat baru: menjadi pelopor sekolah ramah lingkungan yang lahir dari kolaborasi dan kepedulian lintas negara.(INTB)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama