Anies Baswedan: Program MBG Lebih Baik Percayakan ke Rakyat dengan Pendekatan "Movement"



JAKARTA, IndepthNTB – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akhirnya buka suara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi perbincangan. Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Anies mengkritisi program tersebut, menjawab pertanyaan tentang program MBG.

Anies menegaskan bahwa membangun kebijakan publik, terutama yang menyangkut rakyat langsung, dilakukan dengan dua pendekatan utama, pendekatan programmatik dan pendekatan movement (gerakan).

Menurutnya, jika ingin membangun dengan efektif, kuncinya adalah memberikan kepercayaan kepada rakyat.

"Kami di Jakarta pernah membuat program sarapan pagi untuk anak-anak sekolah. Waktu itu kami tidak pakai pendekatan birokrasi kaku," ujar Anies.

Ia menjelaskan, secara teknis ada 4 tipe pelaksanaan program: Tipe 1 dikerjakan oleh dinas, Tipe 2 tender, Tipe 3 dikerjakan oleh massyarakat, dan Tipe 4 inisiatif masyarakat.

Anies mengaku Pemprov DKI Jakarta saat dipimpinnya memilih Tipe 3, dan menjadi provinsi serta kota pertama yang menerapkannya.

"Kenapa? Karena uangnya diserahkan ke rakyat. Ke persatuan orang tua murid di sekolah. Mereka diberikan dana, diberikan kriteria nutrisi, contoh-contoh menu. Lalu mereka masak sendiri. Pengawasannya juga oleh sesama orang tua," paparnya.

Dengan model ini, Anies mengklaim hasilnya jauh melampaui ekspektasi.

"Ibu-ibu itu masak sarapan untuk anaknya sendiri. Hasilnya jauh lebih bagus daripada standar pelayanan minimal yang ditetapkan pemerintah. Dan yang paling penting, anak-anak suka dengan menunya. Karena menunya dibuat oleh ibu-ibu yang kenal persis selera anaknya," tambahnya.

Bahkan, ada efek tidak terduga yang muncul.

"Antar ibu-ibu jadi kompetisi, siapa yang masaknya lebih bagus. Itu efek positif. Jadi pendekatannya adalah pendekatan kepercayaan kepada massa."

Lebih lanjut, Anies meyakinkan bahwa program dengan pendekatan movement seperti ini anggarannya jauh lebih murah dibandingkan pendekatan programmatik (Tipe 1 dan Tipe 2).

"Kalau pakai Tipe 1 atau Tipe 2, itu seringkali seperti saluran air. Airnya banyak keserap sama saluran. Tapi kalau pakai tangan rakyat, itu terserap banyak lagi," jelasnya dengan metafora.

Ia menegaskan, program-program yang terkait langsung dengan rakyat akan memiliki dampak lebih besar jika dikelola dengan pendekatan gerakan, bukan sekadar program birokrasi.

"Jadi jangan sampai program seperti MBG justru mengambil dana pendidikan. Beri kepercayaan pada rakyat, saya jamin hasilnya maksimal," tutup Anies.

#anieskritikmbg #mbg #aniesbaswedan

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama