Puncak Hari Jadi ke-131 Lombok Timur Diwarnai Tabligh Akbar dan Serap Aspirasi Masyarakat

LOMBOK TIMUR, IndepthNTB – Puncak peringatan Hari Jadi ke-131 Kabupaten Lombok Timur berlangsung penuh makna di Lapangan Tugu Selong, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga ini ditutup dengan tabligh akbar dan tausiyah kebangsaan yang disampaikan oleh Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi .

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Lombok Timur, termasuk kepada TGB atas tausiyah dan pesan kebangsaan yang disampaikan.

Dalam tausiyahnya, TGB Muhammad Zainul Majdi menyampaikan empat modal dasar kemajuan Lombok Timur yang diwariskan para pendahulu. Keempat karakter tersebut meliputi cinta ilmu , keberanian merantau, sikap terbuka, serta keberanian membela kebenaran.

TGB mencontohkan kecintaan masyarakat Lombok Timur terhadap ilmu dari pengalamannya saat belajar di Mesir. Ia menyebut di Universitas Al-Azhar, Kairo, mahasiswa asal Lombok Timur selalu menjadi populasi terbanyak. Hal serupa juga ia temui di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, hingga Bandung .


“Masyarakat tidak akan maju tanpa ilmu,” tegas TGB. Ia pun mengajak generasi muda Lombok Timur untuk pergi belajar ke tempat jauh dan pulang untuk membangun daerah. “Anak-anak Lombok Timur harus pergi ke tempat-tempat yang jauh. Belajar, Nak. Nanti pulang, bangun Lombok Timur,” pesannya.

TGB juga menyinggung karakter terbuka masyarakat Lombok Timur yang tercermin dari keberadaan masyarakat Bugis di pesisir Tanjung Luar dan Labuhan Lombok yang telah hidup berdampingan dengan warga lokal selama puluhan hingga ratusan tahun. Sementara karakter berani membela kebenaran dibuktikan dengan sejarah perlawanan rakyat Lombok Timur di Sakra dan Peneda Gandor terhadap penjajahan .

Di akhir tausiyahnya, TGB mengingatkan agar keempat modal tersebut diperkuat dengan nilai agama. Menurutnya, Lombok Timur memiliki modal besar karena dikenal sebagai daerah religius dengan banyak masjid, pondok pesantren, dan majelis taklim. “Jadikan itu sebagai aset tak terlihat, tetapi kegunaannya luar biasa untuk membangun Lombok Timur,” pesannya .

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa momentum Hari Jadi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. Ia menyampaikan tiga pesan penting yang perlu menjadi pegangan bersama: pikiran harus lebih tinggi daripada perbedaan, persaudaraan harus lebih tinggi daripada kepentingan, dan Lombok Timur harus dijaga bersama .

Bupati juga memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Lombok Timur, di antaranya H. Abdul Kadir (1983–1988), H. Moh. Ali Bin Dachlan (2003–2008 dan 2013–2018), serta H. M. Sukiman Azmy (2008–2013 dan 2018–2023) .

Ia menegaskan pemerintah ingin menghadirkan Lombok Timur yang semakin sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan. Pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya berbicara tentang jalan dan gedung, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat .


“Kita ingin pembangunan yang bukan hanya terlihat dari jalan dan gedungnya, tetapi juga ingin memperjuangkan bagaimana supaya itu terlihat di rumah-rumah masyarakat. Kita ingin anak-anak Lombok Timur memiliki masa depan yang cerah dan lebih baik,” ujar Bupati .

Puncak peringatan Hari Jadi Lombok Timur kemudian dilanjutkan dengan dialog aspirasi masyarakat. Tiga perwakilan masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah, yakni infrastruktur dan pertanian, pelayanan posyandu dan jaminan kesehatan para kader, serta pariwisata, sampah, dan penerangan jalan .

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mencari solusi dan berbagai sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperluas ruang fiskal pemerintah dalam membiayai pembangunan .

Bupati juga menyebut pada 2026 dan 2027 Lombok Timur mendapatkan dukungan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan infrastruktur. Di sektor pertanian, khususnya irigasi, dukungan lebih dari Rp21 miliar juga berhasil diperoleh melalui kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) .

Terkait Posyandu, pemerintah tidak hanya memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan, tetapi juga perlindungan sosial bagi para kader melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah akan mengupayakan kader yang belum terdaftar agar dapat memperoleh jaminan melalui mekanisme penganggaran yang dikoordinasikan dengan pemerintah desa .

Momentum Hari Jadi ke-131 Lombok Timur ini menjadi bukti kebersamaan warga dalam merayakan hari jadinya secara sederhana namun tetap sarat makna. Mari bersama mengawal pembangunan demi Lombok Timur yang lebih baik. (INTB) 

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama